ItuGoalJuan - Manchester United kembali gagal menjaga keunggulan saat menjamu West Ham United dalam lanjutan Premier League 2025/26. Bermain di Old Trafford, Setan Merah harus puas dengan hasil 1-1. Ruben Amorim langsung menunjukkan kekesalannya karena timnya kehilangan dua poin yang seharusnya bisa mereka kantongi.
Gol Diogo Dalot pada menit ke-58 sempat membawa harapan besar. United menguasai bola, menekan, dan terlihat nyaman dalam permainan. Namun, seperti deja vu, semuanya runtuh hanya tujuh menit sebelum laga berakhir. Soungoutou Magassa memanfaatkan situasi bola mati dan membuat Sanne Lammens tak berkutik.
Amorim menegaskan, masalah ini bukan baru pertama kali muncul. Kesalahan serupa berulang dalam beberapa laga terakhir dan selalu menghantui Setan Merah.
Kekecewaan Amorim Memuncak
Ruben Amorim menyebut timnya seharusnya bisa mengontrol permainan hingga akhir. United bertahan cukup jauh dari kotak penalti dan memahami risiko duel set piece akibat perbedaan tinggi badan. Namun, menurutnya, masalah utama justru muncul setelah tim unggul.
United gagal menambah gol meski memiliki momentum. Amorim kesal karena anak asuhnya kehilangan fokus pada momen-momen krusial dan membiarkan West Ham mendapatkan ruang untuk menyamakan kedudukan.
Kritik Tajam untuk Lini Depan
Walau mencatat 17 tembakan, hanya empat yang mengarah ke gawang dan satu yang menjadi gol. Setelah gol Dalot, Manchester United mendapatkan peluang emas melalui Matheus Cunha, tetapi penyelesaiannya buruk.
Amorim menyoroti kualitas pemain di kotak penalti. Menurutnya, keputusan akhir dan karakteristik penyelesaian mereka masih jauh dari konsisten. Umpan silang yang tak akurat, penyelesaian yang terburu-buru, dan kurangnya naluri gol membuat peluang emas terbuang percuma.
Baca Juga : Amad Diallo Janji MU Bangkit Musim Ini
Masalah Bola Kedua Jadi Biang Kerok
Gol penyeimbang Magassa terjadi karena buruknya antisipasi bola kedua. Amorim menilai timnya seharusnya bisa membaca situasi lebih cepat. Jika United mampu mengamankan bola liar itu, skornya bisa berbeda.
Amorim menambahkan bahwa penyebab kegagalan menang bukan hanya soal ketajaman, tetapi juga konsentrasi dalam momen kecil yang menentukan hasil akhir.
Kumpulan berita pilihan dan analisis bola bisa Anda baca di InfoTerViral
0 Komentar